indahnya berserah

Meisjeskamp, simpelveld, 2010

HET MEISJESKAMP

Tinggalkan komentar

Tulisanku sebelumnya yang berjudul “Tuhan seandainya aku bisa lari”, aku mensharingkan tentang pengalamanku pertama kali mengikuti meisjeskamp (camping rohani), dalam tulisan ini lebih menceritakan apa dan bagaimana kegiatan meisjeskamp. Semoga dengan membaca tulisan ini, teman-teman yang di Indonesia mendapat gambaran tentang kegiatan camping rohani untuk anak-anak di Belanda ini. Kedua tulisan ini sudah pernah diterbitkan dalam majalah intern para suster CB.

Akhirnya kesempatan yang tidak kuduga-duga itu tiba. Aku sudah mendengar dan membaca brosur tentang acara camping untuk anak-anak pada musim panas dari keuskupan Roermond. Aku sangat tertarik dengan kegiatan ini, tetapi tidak tahu bagaimana caranya agar bisa terlibat dalam camping ini. Batas umur peserta meisjeskamp adalah 7 s/d 12 th, jadi jelas tidak mungkin aku mendaftar sebagai peserta. Aku ingin mendaftar sebagai sukarelawan yang membantu meisjeskamp ini, rasanya belum berani dengan keterbatasan bahasa Belandaku dan lagi pula aku juga tidak tahu caranya untuk bisa menjadi sukarelawan.

Seringkali Tuhan memberiku kejutan-kejutan yang indah, sehingga aku semakin percaya untuk terus berjalan bersamaNya. Siang itu Marie José (koordinator kegiatan untuk kaum muda dari keuskupan Roermond) menelponku kalau aku ingin melihat acara camping, saat ini sedang ada meidenkamp (camping untuk anak-anak perempuan usia 12 s/d 17 th) di biara para suster Arme Kindje Jezus (Sang Timur) di Simpelveld. Tak kusia-siakan kesempatan ini. Langsung kuhubungi Sr. Veronika, PIJ yang tinggal di Simpelveld untuk mencari informasi tentang ini. Ternyata tidak semudah yang kubayangkan untuk bisa hadir dan melihat-lihat acara camping ini. Akhirnya dengan proses yang tidak mudah, Tuhan memberiku kesempatan terlibat dalam meisjeskamp yang diadakan seminggu setelah meidenkamp. Kesempatan emas diberikan Tuhan padaku, aku bisa membantu panitia meisjeskamp sebagai anggota kokenstaf. Tugasku membantu memasak dan menyiapkan makan pagi/ siang/ malam untuk seluruh peserta dan panitia yang berjumlah 58 orang.

Acara meisjeskamp ini diadakan oleh keuskupan Roermond setiap tahun pada musim panas, yang berlangsung selama 5 hari. Acara camping ini biasanya diadakan di boerderij (daerah pertanian), tetapi tahun ini panitia mencoba menyelenggarakannya di klooster (biara). Sebelum mengambil keputusan ini, memang terjadi pro dan kontra karena camping diadakan di klooster. Mungkin mereka berpikir bahwa mengadakan camping di lingkungan biara tentu tidak sebebas kalau di boerderij. Pandangan mereka terhadap klooster akhirnya berubah setelah mereka menjalani seluruh proses meidenkamp & meisjeskamp ini.

Akhirnya para panitia dan peserta bersyukur dan merasa puas dengan meisjeskamp yang diadakan di klooster ini. Mereka tetap merasa ‘bebas’ meskipun kegiatan dilaksanakan di klooster. Para suster Arme Kindje Jezus (Sang Timur) sangat terbuka dan tidak merasa terganggu dengan keramaian dan teriakan-teriakan anak-anak. Mereka sungguh menerima anak-anak ini. Hal ini juga dirasakan oleh panitia dan anak-anak, bahkan ada acara kunjungan dan menghibur para suster tua di sana. Karena di klooster, acara camping kali ini berbeda dari biasanya. Setiap hari mereka bisa mengikuti Ekaristi kudus pada pagi hari dan adorasi pada malam hari. Setiap makan, selalu dibuka dan ditutup dengan doa. Acara yang diselenggarakan sangat seimbang antara hal-hal jasmani dan rohani. Gambaran kegiatan keseluruhan hari: bangun tidur – senam pagi – doa pagi – makan pagi – ekaristi kudus – katekese – makan siang – permainan – minum sore – kegiatan dalam kelompok – makan malam – kegiatan dalam kelompok – doa malam dan adorasi – istirahat. Setiap hari acara untuk peserta dimulai jam 07.30, dan istirahat malam jam 22.30. Untuk panitia, acara dimulai jam 07.00 dan istirahat malam antara jam 12.00 s/d 01.00.

Aku sangat terkesan dengan sikap anak-anak pada waktu mengikuti Ekaristi kudus dan adorasi. Pada waktu Ekaristi dan adorasi semua yang hadir bisa hening dan khidmat. Pada saat homili dalam Ekaristi, selalu ada tanya jawab tentang isi bacaan Injil dan anak-anak bisa menjawab dengan baik. Ketika dalam acara adorasi, mereka benar-benar bersikap menghormati sakramen Maha Kudus. Pada hari pertama mereka memang belum begitu paham tentang adorasi ini. Tetapi pada hari kedua, mereka sudah mulai paham apa penghormatan sakramen Maha Kudus. Ketika Pastor datang membawa sakramen Maha Kudus, tanpa diatur oleh panitia mereka semua berlutut menghormat dan memberi jalan di tengah untuk Pastor. Pengalaman mengikuti Ekaristi dan adorasi setiap hari ini tentu menjadi pengalaman khusus bagi anak-anak dan panitia, karena belum tentu mereka setiap hari minggu pergi ke Gereja. Di beberapa sekolah di sini juga sudah tidak ada pelajaran agama lagi. Jadi pelajaran katekese yang mereka terima dalam acara camping ini bisa memberi bekal iman untuk mereka.

Pengalaman camping di klooster ini merupakan pengalaman istimewa dan indah untuk semua yang mengikutinya. Muncul dalam angan-anganku, betapa indahnya jika acara camping ini juga bisa diadakan di Onder de Bogen. Rasanya harapanku mulai muncul kembali. Roda kehidupan akan terus berputar. Tentu ada saatnya anak-anak dan kaum muda di sini kembali aktif dalam kegiatan hidup menggereja. Kapan itu akan terjadi dan bagaimana bentuk kehidupan menggereja yang cocok untuk mereka dalam situasi masyarakat di Belanda ini? Tentu sangat sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Bersama Bunda Elisabeth, imanku dikuatkan bahwa kalau Tuhan menghendaki “itu akan terjadi”. Harta kekayaan yang kuandalkan untuk memulai dan menjalankan perutusanku di komunitas Internasional ini adalah Penyelenggaraan Illahi. Penyelenggaraan Illahi telah mengurus segala sesuatu yang kami butuhkan dalam perkembangan komunitas ini, sehingga sampai saat ini aku masih percaya bahwa Tuhan menghendaki komunitas ini dimulai dan berkembang di sini.

Maastricht, 19 September 2010
Sr. Hedwig – Komunitas Stella Maris.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s