indahnya berserah

Jesus-emaus

TITIK-TITIK TERANG DI TENGAH KEGELAPAN

Tinggalkan komentar

Jesus-road_to_emmausTulisan ini merupakan refleksiku tahun yang lalu. Setiap kali membaca kembali refleksi ini, semangat dan harapanku dibangkitkan kembali. Paskah mengingatkanku akan pengalaman indah doa  ketika retret bimbingan pribadi di akhir tahun 2011. Ketika aku mengkontemplasikan tentang bahan dua murid Emaus (Lukas 24: 13-35), situasi Gereja di Nederland saat inilah yang muncul dalam doaku.  Aku  mengalami Yesus saat ini juga baru disalibkan oleh para imam-imam kepala dengan kasus-kasus misbruikt (pelecehan seksual/ kekerasan) yang dilakukan oleh para imam/ religius di masa lampau dan mulai diangkat kasusnya sekarang ini, sehingga membuat umat mulai kurang percaya kepada Gereja. Kebijakan-kebijakan baru dalam pemerintah yang meniadakan pelajaran agama di sekolah, mengakibatkan anak-anak tidak mengenal iman dan Gereja. Banyak gedung-gedung Gereja mulai ditutup karena semakin berkurangnya umat yang datang ke Gereja dan tingginya beaya perawatan gedung Gereja. Kebebasan yang diberikan oleh Gereja beberapa dekade yang lalu telah membawa perubahan besar dalam Gereja, baik bagi umat maupun dalam kehidupan para religius. Saat ini sepertinya Tuhan wafat, Gereja di sini seakan ‘mati’. Sedih rasanya mengalami situasi Gereja yang gelap yang seperti ini.

Lalu dalam renunganku Tuhan membawaku pada situasi awal berdirinya kongregasi kami di th 1837. Situasi Gereja pada waktu itupun tak jauh beda dengan situasi Gereja sekarang ini. Ketika itu Gereja juga seakan ‘mati’. Gereja-gereja dilarang mengadakan ibadat dan biara-biara ditutup. Hidup membiara menjadi sesuatu yang langka di kota Maastricht, maka kerinduan Bunda Elisabeth waktu itu “ jika sekiranya berkenan kepada Tuhan, aku mohon agar di sini di kota Maastricht ini, didirikan sebuah biara, di mana Tuhan akan diabdi dengan setia…” (EG.5). Perkembangan selanjutnya, ada masa-masa di mana Gereja sungguh bangkit dan berkembang pesat. Ada masa di mana begitu banyak umat mulai ke Gereja lagi dan biara-biara baru mulai didirikan. Ada saat di mana anggota Kongregasi CB lebih dari 1000 suster (hanya dari Nederland saja). Bisa dibayangkan bagaimana kehidupan Gereja pada masa itu. Kehidupan Gereja pun berputar seperti roda, ada saatnya di atas, ada saatnya di bawah, tetapi yang terpenting adalah Tuhan tidak pernah meninggalkan Gereja dan membiarkannya ‘mati’. Pada saatnya, Ia selalu membawa kebangkitan dan kehidupan baru.

Dalam situasi yang gelap ini, Tuhan mengajakku untuk melihat pengalamanku selama 4,5 th dalam memulai komunitas baru di sini. Aku melihat kebangkitan-kebangkitan baru dalam Gereja, meskipun itu masih dalam kelompok-kelompok kecil. Kegiatan-kegiatan untuk anak-anak dan kaum muda yang mulai hidup dan tumbuh. Contohnya adalah pewartaan tentang kabar gembira Tuhan yang dimasukkan melalui kegiatan camping musim panas cukup efektif untuk mengenalkan kembali kehidupan Gereja kepada anak-anak dan kaum muda. Tuhan mengajakku untuk melihat bagaimana komunitas kami juga ikut terlibat dalam mewartakan kebangkitanNya dalam situasi Gereja di Nederland saat ini. Kelompok koor bersama para mahasiswa yang kami bentuk untuk memeriahkan misa Bahasa Inggris, membuat suasana baru dalam Ekaristi. Kehadiran kami dalam setiap kegiatan dengan anak-anak dan kaum muda di Keuskupan, dalam setiap peristiwa dan perjumpaan dengan sesama di sini juga membawa kehidupan baru dan suka cita. Hatiku berkobar-kobar ketika diajak melihat kembali pengalaman-pengalamanku di sini yang penuh pergulatan, tetapi disitu aku menemukan Tuhan yang berkarya setiap saat. Aku sadar bahwa Tuhan sendiri telah menyertai dan menunjukkan kepadaku bahwa Dia hidup, Gereja di sini tidak akan mati.

Tuhan menunjukkan padaku kabar kebangkitan yang diwartakan melalui kelompok-kelompok kecil di sini, seperti yang terjadi pada saat pertama kali pewartaan ketika Yesus bangkit. Kabar kebangkitan Yesus tidak dialami secara serentak oleh banyak orang, tetapi pada awalnya melalui beberapa orang murid saja. Tapi dari sejarah Gereja yang ada, pewartaan kebangkitan Tuhan dari beberapa murid ini akhirnya menyebar ke seluruh dunia. KebangkitanNya membawa sukacita dan kehidupan baru bagi dunia. Saat ini situasi Gereja di Nederland memang sedang gelap, seperti situasi beberapa hari setelah Yesus disalibkan. Dari pengalaman doa ini, Tuhan memberi harapan kepadaku bahwa warta kebangkitanNya akan dirasakan banyak orang meski itu masih butuh proses yang sangat panjang untuk situasi Gereja di Nederland/ Eropa saat ini. Tuhan mengutusku untuk menjadi seperti sekelompok orang/ para murid pertama yang mengalami kebangkitan Tuhan dan mewartakanNya sesuai dengan perutusanku saat ini. Dia sendiri yang datang membawa titik-titik terang, harapan-harapan dan kehidupan baru di tengah kegelapan yang ada. Kebangkitan-kebangkitan yang telah dialami dan dimulai dalam kelompok-kelompok kecil, pada saatnya nanti akan berpengaruh dan mengubah kehidupan Gereja di sini. Aku percaya bahwa Dia tidak akan membiarkan GerejaNya di sini mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s