indahnya berserah


2 Komentar

ANGKLUNG… MUDAH DIPELAJARI & MENARIK ORANG ASING

          Musik dan tari-tarian adalah cara yang mudah untuk mengenalkan negara asal dan menjalin kontak dengan masyarakat setempat. Selama lebih dari 4 th tugas di Belanda, musik angklung dan tari-tarian menjadi sarana bagiku untuk menjalin kontak dengan anak-anak dan kaum muda di sini. Mereka senang kuajari “Poco-Poco”, tari “Badindin” dan bermain musik “Angklung”. Bahkan kami mendapat permintaan untuk memberikan ‘workshop Angklung’ untuk beberapa kelompok. Biasanya kalau kami memberikan ‘workshop Angklung’ ini per kelompok sekitar 8 s/d 25 orang, selama 20-30 menit. Selama 20-30 menit ini kami menjelaskan apa itu musik angklung, asalnya dari mana, dibuat dari apa, dsb nya; lalu kami mengajarkan bagaimana cara memegang dan memainkan musik angklung ini; setelah itu kami praktek dengan beberapa lagu. Ternyata anak-anak di Belanda cepat untuk mempelajari dan mempraktekkan musik angklung ini. Mereka senang dan antusias untuk belajar memainkan angklung. Lihatlah wajah-wajah gembira dan serius mereka waktu belajar dan memainkan angklung ini:

Angklung Bamboe workshop in Landgraaf. from Hedwig on Vimeo.

youth camp from Hedwig on Vimeo.

Angklung Bamboe instrument from Hedwig on Vimeo.

Iklan


4 Komentar

LUCUNYA ANAK-ANAK BELANDA MENARI TARIAN SUMATRA

          Setiap tahun pada musim panas di Keuskupan Roermond, Belanda diadakan camping rohani. Bulan Juli 2012 aku ikut menjadi pendamping camping rohani ini.  Tugasku waktu itu: mendampingi anak-anak dalam kelompok, seksi liturgi, tapi juga untuk seksi olah raga dan mengajari menari anak-anak. Tarian ini dimaksudkan untuk ucapan terima kasih terhadap orang tua yang akan menjemput mereka pada hari terakhir camping (acara camping selama 5 hari). Waktu panitia minta aku untuk mengajari anak-anak tarian Indonesia sebagai ucapan terima kasih untuk orang tua, bingung juga mau diajari tari apa. Syukurlah akhirnya menemukan tari Badindin ini dengan sedikit dikreasi sendiri. Anak-anak tidak terlalu sulit untuk mempelajarinya dan orang tua yang melihatnya juga senang. Lihatlah betapa lucunya mereka: